Selasa, 07 Juli 2009

Sejarah Baju kaus


Sejarah Tshirt
Dalam sejarahnya, T-shirt bukan bagian dari dunia fashion (atau mari katakanlah, dunia berpakaian secara baik). Pada awalnya, T-shirt hadir sebagai baju “daleman” para anggota U.S. Navy untuk melindungi bulu dada mereka (hahaha). Ada beberapa pabrikan yang kemudian mulai membuatnya sebagai produk yang lebih massal, tapi itu pun belum menjadi sebuah pakaian pantas pakai sehari-hari (Scott Fresner, 1995).
Adalah seorang Clark Gable yang kemudian dianggap sebagai penyebar virus T-shirt ini. Juga ada nama-nama seperti Marlon Brando, James Dean, dan sang “Raja” Elvis Presley diawal-awal karirnya.
Perlahan namun pasti, T-shirt mulai menjadi bagian dari busana keseharian yang tidak hanya dipakai untuk daleman, tetapi juga menjadi pakaian luaran. Pada pertengahan tahun 50an, T-shirt sudah mulai menjadi bagian bagian dari dunia fashion. Namun baru pada tahun 60an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, T-shirt benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri. Sebagai sebuah simbol (lagi-lagi) anti kemapanan, para hippies ini menggunakan T-shirt sebagai salahsatu simbolnya.
Semenjak saat itulah revolusi T-shirt terjadi secara total. Para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai medium promosi yang baik ada di T-shirt. Murah, mobile, fungsional, dapat dijadikan suvenir, dan seterusnya.
Disaat yang bersamaan, kelompok-kelompok tertentu macam hippies, komunitas punk, atau organisasi politik, juga menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium propaganda yang sempurna selain medium yang telah ada. Statement apapun dapat tercetak diatasnya, tahan lama, dan penyebarannya mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh medium lain, seperti poster misalnya.
Dengan segala kesempurnaannya, T-shirt tidak lagi menjadi sederhana. Jelas, secara fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah sandang. Namun dibalik itu semua, T-shirt memiliki value yang melebihi dari fungsi dasarnya.
Sebagai media promosi, medium ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal hingga pada titik yang tak terbayangkan sebelumnya. Kini, konsumen dapat dengan bangga membeli T-shirt dengan logo sebuah produk tertera diatasnya kemudian dipakainya. Artinya, dia secara langsung membeli untuk mempromosikan produk yang bersangkutan secara sukarela (tentu saja orang tersebut tidak akan mendapatkan bayaran sepeser pun untuk itu).
Selain menjadi sebuah citraan, T-shirt jelas menjadi pengantar dari citra / image yang ampuh. Ketika diproduksi secara massal, T-shirt mampu melakukan konstruksi atas citra tertentu.
Siapa yang tidak mengenal Che Guevara? Generasi muda sekarang pun banyak yang mengenalnya, bahkan para Slemania alias fans club dari klub sepakbola kota Sleman menggunakan ikon Che sebagai ikon mereka. Terpampang jelas di T-shirt fans club wajah gagah Che Guevara.
Bisa jadi, bagi generasi muda sekarang lebih mengenal Che Guevara yang ada di T-shirt daripada dari sumber lain seperti film atau buku. Atau setidaknya mereka mengenal sekilas sebagai sebab akibat mereka memiliki atau tertarik untuk memiliki T-shirt Che.
Perang visual melalui medium T-shirt ini menjadi sesuatu yang menarik. Saat ini mungkin kita sudah tak lagi heran ketika menemukan logo MTV tertera pada sebuah T-shirt yang diletakkan diemperan bersama T-shirt berlogo semacam Levis, Coca cola, Slank, atau bahkan “Si Wajah Pribumi” Iwan Fals. Siapa sangka, si Benyamin pun sekarang ikut serta dalam perang ikon T-shirt dikalangan muda saat ini.
Kekuatan T-shirt sebagai medium pengantar pesan visual hampir setara dengan kekuatan televisi. Kemudian, yang menjadikannya menarik untuk terus ditilik adalah; “siapa menguasai siapa”. Ketika T-shirt bisa menjadi sebuah ikon identitas atau bahkan identitas itu sendiri, maka bisa jadi si pemakai sesungguhnya telah terjajah oleh apa yang ia pakai. Layaknya ketika realitas Tv telah merangsek kedalam realitas keseharian.
Sejarah T-Shirt di Indonesia
Dulu benda ini yang tidak jelas siapa penemunya ini hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan.
T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.
Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.
Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.
Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.
Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaos oblong dalam film “Rebel Without A Cause”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.
Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belnda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.
Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain.
Selanjutnya, tidak hanya di Amerika dan Eropa, di Indonesia pun kaos oblong sudah menjadi media berekspresi. Kaos oblong yang berwarna putih itu diberi gambar vinyet, dan waktu itu sempat menjadi tren/mode di kalangan anak muda Indonesia. Tapi tidak lama. Berikutnya vinyet digeser oleh tulisan-tulisan yang berwarna-warni. Tekniknya sepeprti sablon. Selain itu, ada juga gambar-gambar koboi, orang-orang berambut gondrong, dan lain-lain. Warna bahan kaos oblong pun sudah semarak, yaitu merah, hitam, biru kuning. Dan, tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).

Sabtu, 11 April 2009

How to Add Your Blog Feed to Your Facebook Profile

January 21, 2009

We're kicking off our video series with a quick tutorial on how to add your blog's feed to your Facebook profile. That way, every time you publish a new blog post, Facebook imports it as a Note and notifies your Facebook friends. Hosted by me (Andy) your in-residence TypePad scientist:

Kebun Binatang Dikritik Karena Pelihara Gajah HomoseksWarsawa

(ANTARA News/Reuters) - Seorang politisi Polandia mengkritik kebijakan kebun binatang di kotanya karena memelihara seekor gajah penyuka sesama jenis (gay) bernama Ninio yang lebih menyenangi berkumpul dengan gaja-gajah jantan sehingga kemungkinan besar tidak mau bereproduksi, demikian laporan media setempat, Jumat."Kita tidak mengeluarkan 37 juta zlotys (Rp121 miliar) untuk mendirikan rumah gajah terbesar di Eropa hanya agar seekor gajah gay hidup di situ," kata Michal Grzes, seorang anggota dewan berhaluan konservatif di kota Poznan, Polandia barat."Kita mestinya mendapatkan sekumpulan gajah, tetapi dengan Ninio yang lebih menyukai sesama jantan ketimbang betina, bagaimana gajah itu bisa hamil?" kata Grzes yang berasal dari partai oposisi sayap kanan, Partai Hukum dan Keadilan.Kepala kebun binatang Poznan mengatakan bahwa si Ninio yang berumur 10 tahun itu mungkin masih terlalu muda untuk menentukan apakah harus memilih jantan atau betina karena gajah rata-rata mencapai kematangan seksual di usia 14. (*)
COPYRIGHT © 2009

Es di Kutub Utara Mengecil dan MenipisBeijing

(ANTARA News) - Kutub Utara berada di atas es yang lebih kecil dan lebih tipis dibandingkan dengan sebelumnya, sementara es tua yang kuat kian tergantikan oleh es muda yang cepat mencair, kata beberapa peneliti di NASA dan National Snow and Ice Data Center di Colorado.Menurut para peneliti tersebut, maksimum es laut Artik pada musim dingin ini bertambah 15 juta dan 150.000 kilometer persegi, sekitar 720.000 kilometer persegi lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata wilayah Kutub Utara antara 1979 dan 2000.Pada musim dingin normal, es seringkali memiliki ketebalan tiga meter atau lebih, tapi tahun ini, ketebalan lapisan es hampir-hampir tak dapat menembus sasaran yang tepat "Arctic Circle"."Kita tidak siap menghadapi musim panas," kata ilmuwan dari "Ice Data Center Walt Meier". "Kita berada pada situasi yang sangat genting."Jumlah es laut tebal mencapai tingkat rendah pada musim dingin dengan luas 680.400 kilometer persegi tahun ini, turun 43 persen dari tahun lalu, kata Meier seperti dikutip dari Xinhuanet-OANA.Biasanya, es yang tipis dan lebih muda berjumlah 70 persen dari lapisan es. Tahun ini, lapisan itu mencapai 90 persen, kata Meier.Es laut penting karena memantulkan sinar matahari dari Bumi. Makin banyak es tersebut mencair, makin banyak panas terserap oleh samudra, sehingga menambah panas temperatur di planet ini, kata manager program wilayah kutub NASA Tom Wagner.Pemanasan itu juga dapat mengubah pola iklim di seluruh dunia dan itu mengubah ekosistem bagi hewan seperti beruang kutub.Sementara itu kondisi Kutub Selatan juga memprihatinkan. Satu beting es telah sirna dengan cepat, satu mulai hilang dan gletser mencair lebih cepat dari perkiraan semua orang akibat perubahan iklim, kata beberapa peneliti pemerintah Inggris dan AS pada 3 April. Mereka mengatakan "Wordie Ice Shelf", yang telah terpecah sejak 1960-an, sirna dan bagian utara "Larsen Ice Shelf" sudah tak ada lagi. Lebih dari 8.300 kilometer persegi telah terpisah dari "Larsen Shelf" sejak 1986.Perubahan iklim lah penyebabnya, demikian isi laporan dari "US Global Survey" (USGS) dan "British Antartic Survey", sebagaimana disiarkan di dalam laman www.pubs.usgs.gov."Berkurangnya gletser dengan cepat di sana memperlihatkan sekali lagi dampak nyata yang sedang dialami planet kita --lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan-- sebagai dampak dari perubahan iklim," kata Menteri Dalam Negeri AS Ken Salazar dalam satu pernyataan."Ini berlanjut dan seringkali pengurangan gletser yang seringkali dengan sangat besar adalah seruan peringatan bahwa perubahan terjadi ... dan kita perlu mempersiapkan diri," kata ahli glasiologi USGS Jane Ferrigno, yang memimpin studi Antartika, dalam satu pernyataan."Antartika memiliki kepentingan khusus karena memiliki sebanyak 91 persen volume gletser di Bumi, dan perubahan di mana pun pada lapisan es menimbulkan ancaman besar bagi masyarakat," katanya.Dalam laporan lain yang disiarkan di dalam jurnal "Geophysical Letters", "National Oceanic and Atmospheric Administration" menyatakan es juga mencair jauh lebih cepat daripada perkiraan di Kutub Utara. Laporan tersebut didasarkan atas analisis baru komputer dan pengukuran es belum lama ini."UN Climate Panel" memproyeksikan bahwa temperatur atmosfir dunia akan naik antara 1,8 dan 4,0 derajat celsius akibat buangan gas rumah kaca, kondisi yang dapat mengakibatkan banjir, kemarau, gelombang panas dan badai lebih kuat.Sementara gletser dan lapisan es mencair, keadaan itu dapat menaikkan seluruh permukaan air samudra dan merendam daerah dataran rendah. (*)
http://www.antara.co.id/arc/2009/4/9/es-di-kutub-utara-mengecil-dan-menipis/
COPYRIGHT © 2009 Ketentuan Penggunaan

Penemuan Tingkat Tinggi Pendorong Kematian Paksa Davidhttp://www.antara.co.id/arc/2009/4/3/penemuan-tingkat-tinggi-pendorong-kematian-paksa-david/

Jakarta (ANTARA News) - Penemuan konsep aplikasi teknologi tinggi yang sangat bernilai dari David Hartono diduga menjadi pendorong pengakhiran secara paksa hidup mahasiswa brilian asal Indonesia yang berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura itu, demikian Iwan Piliang, Ketua Tim Verifikasi kematian David Hartono, kepada Antara Online, Kamis malam."Riset yang dilakukan David bernilai ekonomi tinggi," kata Iwan seraya menyebut dampak keilmuwan dan bisnis yang luas dari riset David bertemali dengan kematian juara dua Olimpiade Science tingkat nasional dan salah satu wakil Indonesia di satu Olimpiade Matematika tingkat internasional itu.Iwan menengarai pihak-pihak tertentu di Singapura telah menyimpulkan riset dan inovasi yang dirintis David berdampak luas, sangat sensitif dan mengusik keamanan bisnis sehingga mendorong tindakan-tindakan sangat berlebihan yang membuat David meninggal.Iwan, yang dalam satu tulisannya di laman Kompas mengutipkan pengakuan seorang saksi bahwa David sempat berteriak hendak dibunuh sekelompok orang, mengatakan dia telah menjalin banyak kontak di Singapura untuk menguatkan klaim bahwa David sengaja diakhiri hayatnya."They want to kill me (mereka mau membunuh saya)," kata Iwan mengutip David yang meneriakkan kalimat itu sambil berlari seperti dikejar seseorang. Iwan mengutipkan kalimat ini dari seorang saksi di Singapura yang mengutarakan kesaksian itu kepadanya.Mahasiswa fakultas Teknik Kelistrikan dan Elektro (EER) NTU itu sedang mengambil skripsi dengan meneliti pemanfaatan aplikasi OpenCV dari Intel yang adalah software tak berbayar (open source) yang fokusnya terutama untuk pemrosesan gambar secara real-time.Aplikasi ini dihubungkannya untuk mengoptimalisasi kamera CCTV yang umum digunakan di gedung-gedung dan objek-objek publik, bagi pengintaian berobjek tiga dimensi (3D).KecewaSementara itu, keluarga kecewa pada pihak berwajib Singapura yang tidak menepati janjinya menyampaikan hasil otopsi mengenai penyebab kematian anggota keluarganya."Kami heran negeri semaju Singapura sampai bisa menghabiskan waktu sebulan untuk melakukan otopsi," kata William Hartono Widjaja, kakak kandung almarhum, kepada Antara Online Kamis malam.William mengisahkan, sebulan lalu, keluarganya dijanjikan seorang penyidik (senior investigative) Singapura bernama Soh Chee Ing bahwa hasil otopsi akan diperoleh sebulan lagi (awal April 2009).Namun, sampai lewat Kamis (2/4), hasil otopsi tidak didapatkan keluarga, padahal keluarga telah mematuhi segala prosedur yang diinstruksikan Singapura meskipun keluarga merasa arahan Singapura itu ganjil dan mengada-ada.Senin pekan lalu, ayah korban, Hartono Widjaja mengungkapkan kekecewaanya atas sikap Singapura dan reaksi pihak berwenang di Indonesia, apalagi dia menemukan banyak kejanggalan baik berdasarkan kesaksian mereka saat melihat tubuh korban maupun keterangan polisi Singapura dan NTU mengenai penyebab kematian David.Hartono menyatakan, jika anaknya bunuh diri, maka tak ada satu pun alasan yang bisa membenarkan hal itu."Anak saya dibunuh," kata Hartono, dalam satu perbincangan khusus dengan Antara Online, Senin pekan lalu.Sejak kecil hingga terakhir hidupnya David tak pernah mengalami depresi sehingga merasa harus tertekan, apalagi melukai diri sendiri dan melakukan bunuh diri, papar Hartono."Singapura mengatakan David stres karena beasiswanya diputus sehingga mendorongnya bunuh diri. Ini mengada-ada, kuliah David hanya satu semester lagi, kami (keluarga) juga sangat mampu untuk menyelesaikan kuliahnya sampai akhir," kata Hartono.David, demikian Hartono, juga bukan anak dengan perangai agresif sehingga tega melukai orang lain, apalagi mengakhiri hidup seseorang seperti dituduhkan Singapura."Teman-temannya banyak karena dia tipikal anak yang disukai semua orang, yaitu periang dan supel bergaul. Sepanjang hidupnya tak sekali pun saya mendengar dan melihatnya berbuat kasar," kata Hartono. (*)
COPYRIGHT © 2009

Rogue Security Software, Ancaman Utama Bagi Pengguna Komputerhttp://www.antara.co.id/arc/2009/4/9/rogue-security-software-ancaman-utama-bagi-pengguna-

San Francisco (ANTARA News) - Rogue security software sekarang termasuk di antara ancaman teratas pengguna komputer di seluruh dunia dengan jumlah mesin yang terinfeksi program semacam itu meningkat tajam, demikian laporan Microsoft , Rabu.Rogue security software adalah perangkat lunak yang menggunakan malware (malicious software) atau perangkat jahat yang memperlihatkan diri atau menginstal dirinya atau memaksa pengguna komputer membayar untuk menghilangkan malware yang sebenarnya tak ada.Rogue security software, yang juga dikenal sebagai scareware, memanfaatkan keinginan pengguna komputer untuk menjaga komputer mereka terlindung dan memikat mereka untuk membeli program gadungan yang sebenarnya adalah kode jahat yang seringkali dirancang untuk mencuri informasi pribadi. Security Intelligence Report, yang paling akhir dikeluarkan Microsoft, memperlihatkan pada semester kedua 2008, Win32/Renos --ancaman yang digunakan untuk mengirim rogue security software, dideteksi di 4,4 juta komputer, naik 66,6 persen dari semester pertama tahun itu.Menurut laporan itu, dua lagi keluarga rogue security software dideteksi pada lebih dari 1,5 juta komputer, sehingga mereka termasuk di antara 10 ancaman utama pada semester kedua 2008.Security Intelligence Report, yang menggunakan data yang dikumpulkan dari ratusan juta komputer di seluruh dunia, dikeluarkan dua kali setahun.Berdasarkan temuan baru tersebut, laporan itu menyarankan pengguna mesti melakukan tindakan proaktif guna melindungi diri mereka, seperti menggunakan produk anti-malware dari sumber yang dikenal dan terpercaya dan terus memperbarui perangkat itu.Pengguna komputer juga mesti berhati-hati dan tidak mengikuti iklan perangkat lunak yang tak dikenal yang muncul untuk menyediakan perlindungan, kata laporan tersebut. (*)
COPYRIGHT © 2009